بِسْــــــــــــــمِے اللّٰهِےارَّحْمٰنِ ارَّحِيْــــــــــــــمِے
اَلسَّلَامُے عَلَيْكُمْے وَرَحْمَةُ اللَّهےِوَبَرَكاَتُهْے
اللَّـﮬـُمَّ صـَلِِّ ؏َـلَى مُحَمَّد وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ ﷺ
Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang.
Biasanya, rakyat Indonesia selalu melakukan sejumlah kegiatan untuk menyambut hari perayaan tersebut.
Misalnya seperti gotong royong membersihkan desa, memasang bendera, hingga membangun atau mengecat gapura atau gerbang pintu masuk di setiap desa atau daerah.
Lalu, apa sebenarnya yang mendasari adanya pembangunan gapura di hampir semua desa di Indonesia? Bahkan, setiap tahunnya, warga bergotong royong mengecat gapura untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia.
Gapura berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “Gapura" yang berarti pintu gerbang.
Pada hakikatnya, gapura terdiri dari dua tipe, yakni Gapura Paduraksa dan Gapura Bentar. Gapura dapat dikatakan sebagai bentuk ekpresi yang terkait dengan status sosial masyarakat Indonesia.
Karakteristik gapura juga biasanya dibuat berdasarkan unsur-unsur visual berupa ornamen-ornamen yang mencirikan daerah tempat dibangunnya gapura tersebut.
Pada zaman dulu, candi adalah pengetahuan dasar seni dalam membangun gapura, yaitu sebuah bangunan yang berada pada jalan masuk atau keluar dari suatu tempat, lahan, atau wilayah.
Gapura sendiri bisa berfungsi sebagai petunjuuk bahwa adanya batas wilayah atau pintu keluar masuk yang terletak pada dinding pembatas sebuah kompleks bangunan tertentu.
Sejarah gapura di Indonesia sendiri diawali pada masa kerajaan Majapahit dengan ditemukannya Candi Wringin di Lawang yang berbentuk Bentar dan Candi Bajang Ratu Baka yang berbentuk Paduraksa.
Pada masa itu, candi Bentar adalah pintu gerbang untuk memasuki halaman paling depan atau teras. Bentuk tersebut juga masih bertahan hingga masuknya Islam ke Indonesia.
Sebagaimana dikutip dari jurnal Cakrawala Pendidikan, gapura juga bisa disebut sebagai gerbang atau regol.
Sejak zaman purba (pengaruh kebudayaan Hindu), madya (pengaruh budaya Islam), dan zaman kemerdekaan, gapura telah menunjukkan keberadaannya secara gamblang.
Hal itu dapat dilihat dengan adanya gapura Keraton Ratu Baka di sebelah Selatan candi Prambanan Yogyakarta, gapura di pura-pura (kuil) yang ada di Bali, hingga gapura di Masjid Agung Yogyakarta.
Gapura sendiri secara umum adalah sebutan istilah pintu masuk masjid, candi, rumah bangsawan, keraton, desa, dan negara.
Gapura sebagai suatu karya arsitektur yang mencerminkan ciri budaya dari kelompok manusia yang menciptakannya.
Sehingga, kegiatan mengecat atau membersihkan gapura biasanya dilakukan oleh warga Indonesia setahun sekali, yakni menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia
Tujuannya adalah untuk kembali mengingat ciri budaya daerah masing-masing serta menjunjung tinggi kebiasaan warga Indonesia yang sudah ada sejak zaman dulu tersebut.
Sumber,Minggu 8 Agustus 2021 Kami selaku pengurus Lingkungan Manis RW10 Sumber mengadakan kegiatan Kerja bakti gotong royong menata kebersihan jalan utama serta melakukan pengecaran gapura gerbang utama di Lingkungan kami.
Kegiatan ini telah menjadi rutinitas yang biasa kami lakukan bersama seluruh warga masyarakat secara berkala yaitu per bulan ,demi terciptanya kebersihan lingkungan yang rapih dan bersih serta asri.
Kegiatan ini sengaja kami dokumentasi kan sebagai arsip dan bahan evaluasi serta pembelajaran dalam hidup bermasyarakat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam Kesempatan ini pula Perkenankanlah Kami atas nama pengurus LINGKUNGAN MANIS RW 10 RT 01/04 mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu sekalian baik Tokoh Masyarakat,kepengurusan kepemudaan,para Pemuda-pemuda serta seluruh masyarakat pada umumnya dan para donatur khususnya,yang telah berkenan meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu dan melancarkan kegiatan gotong royong Pentaaan kebersihan jalan utama dan Pengecatan Gapura dalam rangka menyambut HUT NKRI Ke-76.
Harapan kami kedepan, mudah-mudahan momentum ini dapat lebih mempererat rasa persatuan dan keluargaan serta memperkuat tali silaturahim kita dalam hidup bermasyarakat di lingkungan RW 10 dari RT 01/04 khususnya.
Dalam Kesempatan yang baik ini juga, kami atas nama pengurus mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan kepengurusan kami masih ada kekurangan atau belum dapat memberikan layanan yang maksimal kepada para warga RW 10 RT 01/04, semata-mata bukan karena kesengajaan tetapi keterbatasan kami sebagai manusia biasa.
Oleh sebab itu dukungan, bantuan, keritik dan saran serta peran serta warga tentunya sangat kami/pengurus harapkan, untuk bersama sama membangun dan menciptakan lingkungan tempat tinggal kita menjadi lingkungan yang kita idam-idamkan yaitu lingkungan yang
“ In sha Allah Menuju Masyarakat LINGKUNGAN MANIS RW 10 Yang Bersih, Aman Lingkunganya Rukun, Adil, dan Sejahtera Warganya “
Aamiin.
Kritik dan Saran
● Media sosial / kontak alternatif
Facebook : https://www.facebook.com/Link M Sumber
Instagram : https://www.instagram.com/linkm_sumber
Blog : https://lingkunganmanisrw10.blogspot.com/
YouTube : https://youtu.be/T4PPFUyaMTg
● TERIMAKASIH
Please...
Like, Comment, Share and Subscribe.
https://youtu.be/BO87Oth7nHE
https://youtu.be/c9zeV6mP1fo
https://youtu.be/OTJ2-wZMCAI
https://youtu.be/IvdLwku3ZZI
https://youtu.be/pqvfGvMqS30
SALAM KOMPAK
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar